Setelah penantian lebih dari 25 tahun sejak Bethesda terakhir bikin IP baru, akhirnya Starfield datang dengan janji besar: “Skyrim di luar angkasa.”
Game ini digadang-gadang sebagai proyek paling ambisius dari Bethesda Game Studios — dunia yang masif, kebebasan mutlak, dan pengalaman sci-fi yang belum pernah ada sebelumnya.
Tapi setelah rilis, muncul pertanyaan besar di kalangan gamer: Apakah Starfield benar-benar sebagus yang dijanjikan Bethesda?
Atau ini cuma proyek megah yang tenggelam di bawah ekspektasi sendiri?
Mari kita bahas jujur dari sisi gameplay, grafis, cerita, dan tentu saja — realita di balik hype.
1. Dunia yang Besar Banget, Tapi Kadang Terasa Kosong
Satu hal yang gak bisa disangkal: Starfield itu luas banget.
Ada lebih dari 100 sistem bintang dan 1.000 planet yang bisa kamu jelajahi. Tapi di sinilah muncul masalah utama — banyak yang bilang game ini “luas tapi dangkal.”
Sebagian besar planet cuma berisi dataran kosong, batu, dan beberapa pos kecil tanpa interaksi berarti.
Eksplorasi yang seharusnya jadi bagian paling keren malah terasa repetitif dan hampa setelah beberapa jam.
“A mile wide, but an inch deep,” begitu kata Gamespot — luas tapi kurang kedalaman.
Tapi kalau kamu tipe pemain yang suka chill, jalan-jalan, dan menikmati atmosfer luar angkasa, sensasi ini bisa terasa meditatif.
Cuma ya, jangan berharap tiap planet punya misteri baru atau interaksi menarik kayak Skyrim.
2. Sistem Gameplay: Solid Tapi Masih Kaku
Untuk ukuran game Bethesda, sistem gameplay di Starfield termasuk solid.
Combat-nya responsif, suara tembakannya mantap, dan AI musuh cukup menantang.
Ditambah, ada fitur keren kayak:
- Dogfight luar angkasa (tempur antar kapal).
- Ship customization super detail — kamu bisa bikin kapal sendiri dari nol.
- Skill system yang ngingetin ke RPG klasik Bethesda.
Tapi kelemahannya, transisi antar area dan loading screen yang terlalu sering bikin imersi rusak.
Kamu mau mendarat di planet? Loading.
Masuk kapal? Loading.
Keluar lagi? Loading lagi.
Rasanya seperti game Bethesda klasik yang dikasih baju sci-fi baru — bagus, tapi belum revolusioner.
3. Cerita: Menarik di Awal, Tapi Kurang Emosional
Bethesda terkenal lewat cerita penuh karakter unik dan dunia yang hidup.
Sayangnya, di Starfield, narasi utamanya gak sekuat ekspektasi.
Kamu berperan sebagai “Space Explorer” yang tergabung dengan Constellation, kelompok yang mencari misteri artefak kuno di alam semesta.
Awalnya terasa seru — penuh misteri dan penemuan. Tapi makin lama, ceritanya jadi agak kering dan kehilangan emosi.
Beberapa momen memang punya filosofi keren soal eksistensi dan makna kehidupan, tapi banyak pemain merasa karakter di game ini kurang punya kedalaman emosional.
Sisi positifnya, quest sampingan (side quest) justru lebih menarik.
Misi politik di United Colonies atau dilema moral di Ryujin Industries jauh lebih hidup dan berkesan dibanding cerita utama.
4. Visual dan Desain Dunia: Realistis Tapi Kurang Variasi
Secara teknis, grafik Starfield luar biasa detail.
Pencahayaan lembut, efek debu kosmik, dan atmosfer planet dibuat sangat imersif.
Bethesda jelas berusaha keras buat ngasih nuansa realistis di tiap stasiun luar angkasa dan interior kapal.
Namun, banyak planet terlihat mirip satu sama lain.
Warna tanah, formasi batu, dan langit sering terasa copy-paste.
Beberapa lokasi memang memukau, tapi banyak yang terasa “steril” dan sepi tanpa kehidupan.
Tapi kredit harus diberikan:
Mode foto (Photo Mode) di game ini bisa bikin hasil tangkapan layar yang kelihatan kayak film sci-fi Hollywood.
5. Kebebasan Bermain: Masih Jadi Nilai Utama Bethesda
Kalau ada hal yang Bethesda gak pernah gagal, itu adalah kebebasan penuh untuk main sesuai gaya sendiri.
Di Starfield, kamu bisa jadi:
- Pilot bounty hunter.
- Diplomat antargalaksi.
- Peneliti alien.
- Bajak laut luar angkasa.
Atau bahkan semuanya sekaligus.
Sistem pilihan dialog juga beragam, walaupun kadang efeknya gak terlalu signifikan terhadap dunia.
Kebebasan ini bikin Starfield tetap punya daya tarik khas RPG Bethesda — kamu beneran ngerasa “ini dunia gue, dan gue bisa jadi siapa aja.”
6. Performa dan Bug: Lebih Baik, Tapi Masih Butuh Polesan
Kita tahu reputasi Bethesda dalam hal bug — dari naga yang terbang mundur di Skyrim sampai NPC yang nyangkut di pintu di Fallout 4.
Kabar baiknya, Starfield jauh lebih stabil dibanding game Bethesda sebelumnya.
Tapi bukan berarti sempurna.
Masih ada beberapa bug visual, animasi kaku, dan frame drop terutama di area padat.
Versi PC juga butuh spek tinggi biar performanya stabil.
Bethesda udah rajin ngeluarin patch, tapi beberapa masalah teknis masih terasa, terutama loading dan pacing eksplorasi yang lambat.
7. Audio dan Musik: Penuh Nuansa dan Cinematic
Kalau soal musik, Bethesda gak pernah main-main.
Soundtrack Starfield dikerjakan oleh Inon Zur, komposer veteran yang juga bikin musik Fallout 3.
Dari awal menu sampai adegan eksplorasi bintang, musiknya selalu sukses bikin suasana terasa megah dan emosional.
Sound design-nya juga memukau — setiap desingan laser dan dengung mesin kapal punya detail realistis yang bikin bulu kuduk berdiri.
8. Review Pemain dan Kritikus: Campur Tapi Positif
Kalau dilihat dari berbagai media besar, review Starfield cenderung beragam tapi positif.
- GamesRadar: 4/5
- IGN: 7/10
- GameSpot: 7/10
- Metacritic (PC): 83/100
Mayoritas sepakat bahwa Starfield adalah game ambisius yang hebat tapi gak sempurna.
Banyak elemen keren, tapi gak semua dijalankan dengan kedalaman yang diharapkan dari “game 25 tahun proyek.”
Namun, komunitas modder udah mulai nambah konten dan fitur baru yang bikin game ini makin seru ke depan — seperti yang selalu terjadi dengan game Bethesda lain.
9. Kesimpulan: Starfield Bagus, Tapi Bukan Revolusi
Jadi, apakah Starfield sebagus yang dijanjikan Bethesda?
Jawabannya: ya, tapi tidak sepenuhnya.
Game ini berhasil memberikan pengalaman luar angkasa imersif, sistem gameplay luas, dan kebebasan bermain luar biasa.
Tapi, di sisi lain, masih ada banyak ruang buat berkembang — terutama soal pacing cerita, kedalaman eksplorasi, dan variasi planet.
Kalau kamu datang dengan ekspektasi “Skyrim di luar angkasa,” mungkin kamu bakal sedikit kecewa.
Tapi kalau kamu datang buat menikmati petualangan sci-fi open-world dengan kebebasan penuh, Starfield tetap jadi salah satu RPG terbaik di era modern.
10. Nilai Akhir: 8/10
+ Poin Positif:
- Dunia besar dan penuh kebebasan.
- Visual luar angkasa menakjubkan.
- Combat dan sistem kapal yang solid.
- Soundtrack megah dan atmosferik.
– Poin Negatif:
- Eksplorasi terasa kosong dan repetitif.
- Cerita utama kurang emosional.
- Loading screen terlalu sering.
- Beberapa bug dan pacing lambat.
FAQ: Review Starfield
1. Apakah Starfield layak dibeli sekarang?
Ya, terutama kalau kamu suka RPG eksplorasi luar angkasa. Tapi kalau kamu pengen pengalaman maksimal, tunggu beberapa patch atau mod tambahan.
2. Apakah game ini open world sepenuhnya?
Bisa dibilang semi-open-world. Kamu bebas menjelajah, tapi tiap area terpisah dengan loading antar lokasi.
3. Apakah Starfield punya elemen survival di planet?
Ada sedikit, tapi bukan fokus utama. Unsur survivalnya ringan — lebih ke pengelolaan sumber daya dan lingkungan.
4. Apakah ada multiplayer?
Tidak. Starfield sepenuhnya single-player experience.
5. Platform apa yang paling optimal buat main Starfield?
Xbox Series X dan PC. Versi Xbox Series S tetap jalan lancar tapi dengan beberapa kompromi grafis.
Kesimpulan Akhir
Starfield adalah game besar dengan visi besar — dan meskipun belum sempurna, ini adalah bukti kalau Bethesda masih punya nyali buat ngasih sesuatu yang baru.
Mungkin bukan “game revolusioner sepanjang masa,” tapi tetap jadi petualangan luar angkasa paling ambisius yang bisa kamu alami saat ini.